Ada jenis kejernihan yang tidak bisa dipaksakan. Semakin Anda mengejarnya, semakin jauh rasanya. Anda berpikir lebih keras, bekerja lebih lama, terus mencari ke sana kemari, tetapi jawabannya tetap tidak datang.
Lalu, perlahan, Anda memilih untuk menjauh sejenak. Anda membuat secangkir teh. Duduk di dekat jendela. Dan dalam keheningan itu, sesuatu mulai berubah.
"Keputusan yang bertahan lama jarang dibuat dalam keadaan terburu-buru. Keputusan itu lahir di sela-sela kesibukan, ketika Anda akhirnya mengizinkan diri untuk belum mengetahui jawabannya."
Seperti inilah kejernihan yang hadir melalui jeda. Bukan berarti berhenti berpikir, tetapi memberi cukup ruang agar pikiran yang tepat dapat muncul dengan sendirinya.
Ini bukan sikap pasif. Justru, ini adalah salah satu pilihan paling sadar yang bisa Anda lakukan, memilih untuk berhenti menambahkan lebih banyak hal, agar apa yang sebenarnya penting dapat terlihat.
Dan apa yang akhirnya terlihat hampir selalu lebih sederhana daripada yang selama ini Anda bayangkan.
Langkah berikutnya. Jawaban yang selama ini Anda cari. Sesuatu yang sebenarnya sudah Anda ketahui, tetapi belum memberi diri Anda kesempatan untuk benar-benar mendengarnya.
Bagaimana jika kejernihan yang selama ini Anda cari sebenarnya sudah ada, hanya menunggu Anda cukup tenang untuk menerimanya?